Mutiara-Mutiara Banyuwangi

Posted: August 30, 2013 in Uncategorized
Tags: , , , ,

IMG_6704_kawah_ijen

Populasi pohon pisang yang makin langka di Banyuwangi menjadikan kota ini tak lagi dikenal sebagai Kota Pisang. Berbagai sebutan pun bermunculan seperti Kota Blambangan, Kota Banteng, Kota Gandrung dan The Sunrise of Java. Bagi Anda yang tak mengenal Banyuwangi, mungkin kota ini akan terdengar asing di telinga. Kota ini merupakan kabupaten terluas kedua setelah Bangkalan di Jawa Timur. Jika Anda pernah mendengar cerita Damarwulan dan Minakjinggo masing-masing mewakili kerajaan Blambangan dan Majapahit atau Alas Purwo, pasti Anda tahu sedikit hal tentang Banyuwangi.

Nama Banyuwangi itu sendiri berasal dari legenda seorang istri yang rela dibunuh untuk menunjukan kejujuran, kesucian dan kesetiaan cintanya kepada sang suami. Konon Raja Prabu Sulahkromo memfitnah Sri Tanjung (sang istri) telah berbuat serong dengan dirinya. Mendengar berita tersebut, Patih Sidopekso (sang suami) murka, menyeret Sri Tanjung ke tepi sungai yang keruh dan kumuh serta hendak menghabisinya. Sedih karena sang suami lebih mempercayai perkataan sang raja daripada dirinya, sebelum dibunuh Sri Tanjung mengajukan permintaan bahwa setelah dibunuh, ia ingin jasadnya diceburkan ke dalam air sungai. Apabila darahnya membuat air sungai tersebut berbau busuk berarti ia telah berbuat serong dengan sang raja, namun pabila darahnya membuat air sungai berbau harum berarti ia tidak bersalah. Akhir cerita, Patih Sidopekso menyesal ketika mendapati air tersebut menyebarkan bau wangi. Begitulah asal-usul Banyuwangi; terlahir dari bukti cinta istri kepada suami.

Tiap daerah di penjuru nusantara memiliki lukisan alam yang mempesona, begitu juga dengan Banyuwangi. Kota ini dikelilingi beragam objek wisata alam yang tak kalah cantik dengan wisata alam daerah lainnya. Mari kita kenali satu per satu.

    1.        Kawah Ijen

Kawah Ijen Crater

Kawah  berwarna hijau toska ini memiliki tingkat keasaman tinggi di dunia yaitu ph 0,5 dengan belerang yang berada dalam sulfat ara yang begitu dalam. Jika mendaki Kawah Ijen, Anda akan menjumpai Pondok Bunder (dibangun saat pemerintahan Belanda). Semua pengangkut belerang selalu berkumpul di sini untuk menerima secarik kertas uang atas jerih payah kerjanya.

    2.        Pantai Sukamade

1002229_4960507370946_1155431398_n

Pantai ini terkenal sebagai kawasan pengembangan penyu. Berkunjung ke Sukamade, biasanya akan dibimbing oleh Pembimbing yang berpengalaman untuk melihat aktivitas penyu. Penyu betina mampu menghasilkan ratusan telur yang diletakan di bibir pantai. Biasanya penyu-penyu mulai bertelur pukul 7.30 malam dan kembali ke pantai pada jam 12.00 malam.

    3.        G-Land

g-land_surfing_1

Terletak di taman Nasional Alas Purwo. Kata “G-land” diambil dari teluk Grajagan dan Green (Anda akan melihat keindahan alam yang masih alami jika berada di kawasan Pantai Plengkung). G-Land digemari wisatawan asing dan surfer-surfer karena ombaknya yang mencapai ketinggian 5m. Biasanya bulan terbaik bagi surfer adalah bulan Mei dan Oktober.

    4.        Bedul

bedul

Objek wisata ini terletak di Tegaldimo; 1,5 km dari kota Banyuwangi. Hutan mangrove luas yang masih perawan berada di sini. Berbagai fauna seperti kijang dan harimau juga ada di sini.

    5.        Pulau Merah

pulau-merah1

Pulau ini berada di tengah-tengah G-Land dan Sukamade di kecamatan Pesanggaran. Dinamakan Red Island karena terdapat bukit kecil di tengah laut seperti pulau dan tanah bukit kecil ini berwarna merah. Berbagai kompetisi surfing sering diasakan di pulau ini.

    6.        Pulau Tabuhan

tabuhan

Letaknya di Desa Brangsing, Kecamatan Wongsorejo; 20 km dari Banyuwangi. Alam laut tabuhan mempresentasikan keindahan pesona bawah laut. Airnya yang begitu jernih membuatnya jadi tujuan scuba diving. Pasir putih, batu karang, koral, mercusuar dan burung camar siap menemani Anda bereksplorasi.

    7.        Pantai Rajegwesi

Pantai-Rajegwesi

Terbentuk dari endapan lumpur yang dibawa sungai yang meluap saat banjir, membuat pasir pantai ini bukan berwarna hitam atau putih melainkan cokelat. Rajegwesi termasuk dalam Taman nasional Meru Betiri serta tempat penetasan penyu.

    8.        Pantai Grajagan

grajagan

Pantai ini masih bagian dari Taman Nasional Alas Purwo dan merupakan pintu masuk menuju Plengkung.

    9.        Taman Nasional Alas Purwo

Pintu-Masuk-TN-Alas-Purwo

Terletak di Semenanjung Blambangan, Kecamatan Tegaldimo, Kabupaten Purwoharjo. Dengan luas 43. 420 ha, taman nasional ini memiliki 3 zona yakni Zona Inti (Sanctuary Zone), Zona Rimba (Wilderness Zone) dan Zona Penyangga (Buffer Zone). Banteng, penyu hijau, burung merak, kucing bakau dan ayam butan dapat Anda temukan di sini.

  10.        The Savana Sadengan

sadengan

Masih amsuk dalam teritori Taman nasional Alas Purwo, padang rumput ini terbentuk akibat kerusakan hutan. Di sini terdapat pos pemantauan tiga lantai, jadi pengunjung dapat melihat dan mengamati aktivitas satwa liar dari ketinggian.

  11.        Pantai Ngagelan

ngagengan

Terletak 8 km dari Banyuwangi, pantai ini memberikan pesona budidaya penyu seperti Pantai Sukamade. Jenis penyu yang dominan mendarat di panatai ini adalah penyu abu-abu/penyu lekang. Pnati ini juga menjadi tujuan utama para peneliti.

  12.        Watu dodol

watu-dodol--large-msg-1108180981-2

Dinamakan watu dodol karena ditemukan seonggok batu besar di tengah jalan dan menjadikan tanda keberadaan pantai ini. Di pantai ini terdapat Gua Jepang peninggalan PD II. Letak pantai ini di kecamatan Kalipuro; perlintasan jalur Banyuwangi dan Situbondo.

  13.        Muncar

muncar-banyuwangi-travel

Merupakan pelabuhan ikan terbesar kedua setelah Bagan Si Api-Api. Pelabuhan ini menghadap ke Selat Bali. Sayangnya berbagai pencemaran lingkungan mulai marak terjadi di Muncar, mulai dari minimnya instalasi pengolahan air limbah, terkontaminasi zat kimia maupun overfishing.

  14.        Blimbingsari

blimbingsari

Mendengar nama Blimbingsari mungkin Anda akan dibuat bingung apakah ini nama pantai atau nama pantai. Blimbingsari juga merupakan lapangan udara Banyuwangi. Namun yang ingin saya bahas di sini adalah pantai. Pantai Blimbignsari terkenal dengan ikan bakarnya yang lezat.

  15.        Pancur

di pancur

Pancur merupakan nama sebuah pantai. Di pantai ini terdapat air tawar kecil mengucur. Sangat cocok untuk berkemah dan bersantai karena keteduhannya.

  16.        Taman Nasional Baluran

Taman_Nasional_Baluran-_Africa_Van_Java-nya_Indonesia

Berada di jalan utama perbatasan Situbondo-Banyuwangi, tepat di jalan Raya Situbondo-Banyuwangi. Karena antara bulan April-Oktober padang rumput di sini mengering, Baluran sering dijuluki “Africa van Java”. Ada pula yang menyebut Baluran miniatur hutan Indonesia sebab hampir seluruh tipe hutan ada di sini.

  17.        Taman Nasional Meru Betiri

meru_betiri_beach_-_01

Taman nasional ini dikenal dengan hutan tropis, sungai yang aduhai, keanekaragaman satwa liar, serta ekosistem mangrove. Topografi taman nasional ini dikelilingi bukit-bukit tebing yang curam. Bunga raflesia pun terdapat di taman ini.

Selain wisata-wisata alam di atas, Banyuwangi juga menyimpan beragam wisata budaya dengan unsur-unsur etnis, tradisi dan adat-istiadat yang tergabung di dalamnya, seperti:

    1.        Tari Gandrung

Tari ini dibawakan sebagai perwujudan rasa syukur masyarakat setiap usai masa panen. Tarian ini berasal dari keterpesonaan masyarakat Blambangan pada dewi Sri (Dewi Padi). Tarian ini dibawakan oleh sepasang penari yaitu penari perempuan sebagai penari utama/penari gandrung dan seorang laki-laki yang biasa langsung diajak menari; yang biasanya disebut paju.

    2.        Tari Seblang

Terdiri dari dua jenis yaitu Seblang Olehsari dan Seblang Bakungan Merupakan ritual tradisional suku Osing. Tarian-tarian ini sebagai wujud ucapan syukur dan tolak bala agar desa tetap aman dan tentram.

    3.        Kebo-keboan

Ritual ini dipercaya sebagai ajak tolak bala dan keberuntungan bagi Banyuwangi. Semua panganan diletakan di atas tikar, didoakan oleh Kyai lalau selanjutnya dibagi-bagi kepada masyarakat. Ritual ini kemudian dilanjutkan dengan acara Ider Bumi (mengelilingi kampung mulai dari hilir menuju ke hulu kampung).

    4.        Jaranan Buto

Mirip kuda lumping atau reog Ponoroggo, tapi jaranan buto berbahan lulang (kulit hewan seperti sapi/kerbau) dan bentuknya tidak seperti kuda melainkan seperti badan dan kepala buto (raksasa).

    5.        Barong

Hampir serupa dengan Tari Barong Bali. Barong adalah simbol kebersamaan bagi masyarakat Osing.

    6.        Gedogan

Tari ini diadakan setelah menumbuk beras setelah acara hajatan. Masyarakat biasanya beramai-ramai membunyikan peralatan penumbuk beras seperti alu, lesung dan lumping yang menimbulkan suara musik tradisional.

Selain budaya dan kesenian-kesenian di atas, di lingkup pertanian kota ini juga menjajakan pesona hubungan kekerabatan manusia dengan dunia tumbuh-tumbuhan. Perkebunan Malang dan luasnya sawah akan memanjakan mata Anda dari hiruk-pikuk dunia fana. Perkebunan ini terletak di sebelah selatan; 12 km dari Kalibaru. Di sini Anda akan melihat perkebunan kopi Robusta. Produksi kopi terbaik di sini dikenal dengan nama Lanang Malangsari.

Layaknya Yogyakarta yang meninggalkan jejak-jejak sejarah kota dan perjuangan pahlawan di masa penjajahan, Banyuwangi juga menyimpan wisata religi dan sejarah meliputi Banyuwangi City Townhall, Sri Tanjung City Park, Maqom Waliullah Datuk Abdurahim, British Quarter, Hoo Tong Bio dan Pura Agung Blambangan.

Kekayaan Banyuwangi yang dapat Anda eksplor lainnya yakni kerajinan tangan. Budaya, tradisi dan adat-istiadat melahirkan seni dalam bentuk goresan-goresan tangan yang tertuang dalam rupa kain batik, di antara motif Batik Gajah Oling, Sembur Cacing, Paras Gempal, kangkung Setingkes, Gringsing Ukel dan Moto Pitek. Ada pula kerajinan kayu seperti mosaic, guci, vas, asbak, dekorasi dinding, mangkok, paatung, relief, bubut kayu untuk dijadikan pilihan cinderamata yang tersebar di daerah Giri, Klatak, banjarsari, Tampo dan kaligondo (Pesanggaran). Bahkan, jika Anda mengunjungi Kelurahan Singotrunan Jl. Kerinci No 11 Banyuwangi, Anda akan menemukan berbagai macam produksi pisau komando dan pisau khas tradisional seperti rencong, kujang, campurian dan Mandau. Tak berhenti sampai di situ, pengrajin perak juga tersebar di beberapa wilayah di kota ini seperti Bapak Saiful Bachri di Dusun Krajan Desa Dasri Kec. Tegalsari. masih di kecamatan yang sama, terdapat pula industri kompor minyak yang masih berproduksi sampai sekarang.

            Berkunjung ke Banyuwangi belum sah jika belum mencicipi berbagai makanan tradisional dan makanan khas Banyuwangi, apalagi bagi Anda yang mengaku diri kuliner lovers.

    1.        Kue Bagiak

kue bagiak

Kue sepanjang jari telunjuk orang dewasa ini terbuat dari tepung susu dan susu yang kemudian dioven hingga kering. Sekilas serupa Bagelen. Terdiri dari berbagai pilihan rasa mulai dari durian, kacang, stoberi, keningar, wijen, jahe dan nangka. harganya bervariasi, mulai dari Rp 6.000 – Rp 40.000/kotak.

    2.        Sego Cawuk/ Sego Janganan

Sego Janganan atau sego cawuk

Makanan favorit Syekh Siti Jenar (salah satu sufi penyebar agama Islam di Pulau Jawa) yang terdiri dari nasi dengan sayur yang terbuat dari kelapa diparut dengan sambal/gecko ini sangat cocok untuk dijadikan menu sarapan.

    3.        Sale Pisang

Sale_pisang-300x228

Selain di Lampung, sale pisang juga dikenal di Banyuwangi. Sale di sini terdiri dari dua jenis yakni sale pisang gorang tepung dan molen sale pisang.

    4.        Rujak Bakso

rujak-bakso

Kuliner Banyuwangi satu ini merupakan campuran rujak cingur dan bakso. Rujak disajikan terlebih dahulu lalu disiram dengan kuah bakso.

    5.        Rujak Soto

rujak soto1

Berdasarkan namanya rujak soto jelas terlihat seperti rujak yang dicampur soto. Ya, begitulah. Bedanya, rujak di sini bukan terdiri dari buah-buahan melainkan sayur-sayuran, lontong yang dicampur bumbu kacang—mirip dengan lotek atau gado-gado—kemudian disiram dengan kuah soto berisikan kulit sapi. Biasanya paling mantap dijadikan menu makan siang dengan kisaran harga Rp 8.000/porsi.

    6.        Sego Tempong

nasi tempong 2

Kata “templong” berarti “menampar”. Dalam hal ini, rasa pedas sambal kuliner satu ini akan membuat wajah serasa ditampar. Terdiri dari berbagai jenis sayuran, ikan asin, perkedel jagung dan tentunya sambal. Satu porsi kuliner satu ini seharga Rp 5.000,-

    7.        Pecel Rawon

pecel rawon

Hampir sama seperti rujak soto. Bedanya kuliner satu ini bukan disiram kuah soto tapi kuah rawon daging. Jika rujak soto menggunakan lontong, pecel rawon menggunakan nasi. Satu porsi pecel rawon dihargai Rp 10.000,-

Nah, banyak bukan hal-hal yang dapat kita eksplor dari Banyuwangi? Segeralah berkunjung ke timur Pulau Jawa ini. Jangan menyebut diri Anda traveler sejati sebelum mengenal Banyuwangi. Kenali dan jelajahi dulu negeri sendiri sebelum menjelajahi luar negeri. Mari mengenal dan mencintai bumi pertiwi.

______dari wichan untuk “Kompetisi Menulis Blog” by  onbanyuwangi.com_____

Comments
  1. fairyedensor says:

    numpang tanya mbak/mas… itu foto pertama ngambilnya jam berapa??? setiap kesana pasti kawahnya pas banyak asap,

  2. widawichan says:

    hahaa…sippp, Mbak… selamat mencoba…. Wahhh, bukan…saya orang Indonesia…heheee… Salam kenal, Mbak… terima kasih comment n jempol baik hatinya…..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s