Jumat, 14 Juni 2013

Posted: June 18, 2013 in Uncategorized
Tags: , , , , , ,

Aku sering melihat ia dan teman2 sepermainannya, sering melihat ia bermain dengan Mbon dan Robby, tapi baru kali itu aku berkenalan dengannya. Aku lupa siapa namanya, anak remaja 17 tahun itu berkata, “pengangguran yang sukses itu pengangguran yang cukup bisa makan.” Entah ia berkata karena melihat berbagai eskalasi pengangguran, frustasi menghadapi realitas duniawi atau bagaimana, aku tersenyum dalam hati menanggapi pernyataannya. Sekalipun hidup di luar itu keras, hatinya belum tercemar limbah distorsi. Di becak yang diam itu ia mewarnai dan berkreasi dengan selembar kertas gambar di tangan. Ia goreskan pensil warna-warni di lembar kertas gambar layaknya mewarnai mimpi hidupnya yang hitam putih jadi sedikit berwarna. Dari anak ini tiba-tiba ku teringat ilmu bengkuang…yang tetap putih bersih di dalam sekalipun tanah itu hitam, kotor. Lalu obrolan anak remaja ini, Robby dan kak Berlin semarak bersamaan lembayung yang kian menua…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s