Sapa Sang Saka

Posted: May 24, 2013 in Uncategorized

Kedua bola mataku nanar menatap bendera merah putih yang berkibar di depan perpustakaan. Kali ini aku menatapnya lebih tinggi karena berada di lantai dua perpustakaan kampus. Ketika angin menyapa, benderaku berkibar bak api lilin yang menyala. Namun, berhenti dan berdiam diri tatkala angin itu berhenti menyentuh kain putih merah menyala.

Tepat pukul 14:54 menuju senja hari, daku terpana pada sang saka. Warna putih gegana yang mengangkasa serta biru tipis langit seolah menyapa dan mengingatkanku. Baktiku padamu negeri. Hari ini aku berjanji, keluar dari kampus ini…daku akan lebih mengoptimalisasikan diri. Tak akan kubiarkan orang-orang dengan mudah mendiskualifikasi mimpi dan cita-cita diriku. Tak kan kubiarkan mimpiku berlalu dan jadi debu.

Enam tahun sudah aku memendam mimpi…enam tahun sudah aku belajar mandiri dan pengendalian emosional diri. Di bawah tekanan, semua kulalui. Di bawah himpitan, daku coba bertahan.

Keluar dari sini, ijinkan daku bebas berekpresi, terbang tinggi, berbagi dan gapai mimpi. Hati kecilku berkata, tak ada yang mustahil untuk ia yang percaya karena Sang Pencipta itu Maha dari segala Maha. Pelukis bumi, dengarkan pintaku….jadikanku lebih baik dari hari kemarin dan hari ini…tuntun langkahku.

Terima kasih untuk damainya hatiku hari ini.

merah_putih_by_anakayam-d3a56o11

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s