Surat Kecil Untuk Manggala Negeriku

Posted: May 14, 2013 in Uncategorized
Tags:

       Yogyakarta, 8 Mei 2013

Kepada yang saya kasihi

Bapak/Ibu Presiden RI 2014

di bumi pertiwi

Salam tanah air,

Apa kabar, My President? Saya harap My President sehat-sehat selalu. Sudah sarapan/makan siangkah? Saya harap sudah karena seorang pemimpin harus bisa menjaga tubuhnya sendiri sebelum menjaga tubuh jutaan orang. Damai dan tentramkah hati My President ketika membuka mata hari ini? Saya harap rasa damai itu selalu ada karena itu dasar kita mensyukuri hidup ini.

My President, tepat tiga hari setelah gempa hebat di Yogya 26 Mei 2006 silam, tanah airku mengalami bencana lainnya yakni Lumpur Lapindo. Masih ingatkah? Semoga hal ini tak lekas pergi dari memori My President. Dulu saat kampanye, pemimpin negeriku berjanji mengevaluasi pola penyelesaian kasus Lapindo. Namun, setelah berhasil terpilih menjadi pemimpin, penyelesaian kasus Lapindo masih berkutat pada persoalan jual beli aset tanah dan rumah. Masih tidak jelas siapa yang bertanggungjawab atas kerusakan lingkungan hidup tersebut. Sementara di lain pihak, banyak korban yang masih terlantar, banyak berkas-berkas yang masih belum dilunasi sebagai kompensasi ganti rugi rumah dan harta benda mereka yang terendam, banyak anak putus sekolah, ribuan orang kehilangan pekerjaan dan mata pencaharian, kesehatan mereka pun ikut terganggu.

Alasan kesalahan prosedur pemboran maupun murni bencana alam, menurut saya pasti ada sebabnya mengapa bencana ini muncul. Alam itu murni, jujur dan apa adanya, My President. Jika alam dipaksa untuk memenuhi keserakahan manusia (prognosis pengeboran yang salah), dengan sendirinya ia akan melawan (terjadinya kick dalam pengeboran). Ketika mereka dikekang (penutupan BOP), dengan sendirinya alam pun memberontak (terjadi rekahan alami). Inilah mengapa surface blowout terjadi di berbagai tempat di sekitar area sumur Banjar Panji-1, bukan di sumur Banjar Panji-1 itu sendiri. Lalu siapa yang harus bertanggungjawab? Padahal masalah ini masuk dalam perkara pidana Pasal 187 dan Pasal 188 KUHP dan UU No 23/1997 Pasal 41 ayat 1 dan Pasal 42 tentang pencemaran lingkungan.

Hati nurani saya berkata, Lapindo Brantas Inc bekerjasama dengan kontraktor pemenang tender; PT Medici Citra Nusantara, patut bertanggungjawab karena ini merupakan bagian dari proyek mereka. BP MIGAS yang mengizinkan kegiatan MIGAS tersebut juga harus ikut bertanggungjawab. Selanjutnya, jika upaya penanggulangan, skenario snubbing unit, sidetracking, relief well dan pembangunan waduk gagal serta tidak mampu memecahkan masalah, diharapkan pemerintah bekerjasama dengan pihak terkait yang bertanggungjawab atas masalah ini segera mengupayakan solusi lain. Jika sumber daya manusia negeri ini sudah angkat tangan menangani masalah ini, saya mohon dengan sangat My President segera menggerakan pihak-pihak yang seharusnya bertanggungjawab, pemerhati lingkungan hidup, petinggi-petinggi serta masyarakat luas untuk menggalang dana membayar tenaga ahli dari negara lain. Jangan sampai daratan tersebut habis digenangi dan dicemari lumpur dengan  kandungan PAH yang sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup manusia dan lingkungan. Semoga masalah ini masuk dalam program kerja tahunan My President. Selamat memimpin bangsa, melakukan berbagai inovasi, mengabdi, berbagi dan berdedikasi di bumi pertiwi. Selamat menjaga hati nuranimu, My President. Kami membutuhkan perhatian dan kasih sayangmu. Semoga sehat selalu.

Salam damai,

pribadi yang mencintai negeri ini_Lidwina Widayati

url     13391077121120221861

____________this letter inspired by www.satuportal.net

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s