Serpihan Upaya

Posted: May 14, 2013 in Uncategorized
Tags: ,

Menumbuhkembangkan Jiwa Enterpreneurship Mulai dari Kehidupan di Kampus.

Saya setuju sekali jika jiwa enterpreneurship dimulai dari kehidupan kampus. Hal ini dimaksudkan bukan semata-mata untuk menghasilkan uang, menyita dan menggangu waktu belajar kami; para mahasiswa, melainkan lebih kepada mengajarkan kami untuk terampil dalam bekerja yang nantinya akan sangat membantu dalam kehidupan dunia kerja nyata. Bagi saya harus ada keseimbangan antara otak kiri dan otak kanan, yakni antara teori dan praktik. Menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan juga dapat dilakukan melalui dua pihak, yakni pihak kampus yang bersangkutan maupun kami; mahasiswa itu sendiri. Dari pihak kampus, banyak upaya yang dapat dilakukan guna menumbuhkembangkan jiwa entrepreneurship. Entah itu melalui seminar, studi lapangan, maupun ajang-ajang kompetisi kewirausahaan. Saya berharap sekali universitas-universitas di tanah air lebih cekatan lagi dalam memberitakan, melatih, membimbing dan mengikutsertakan tunas-tunas bangsa dalam hal interpreneurship. Dari pihak kami; mahasiswa itu sendiri, banyak cara untuk menjadi entrepreneurship muda sesuai dengan jurusan yang kami ambil. Misalnya, mahasiswa management yang membuka usaha counter pulsa, laundry, fotocopy kecil-kecilan maupun olahan snack yang dititipkan di koperasi/ kantin kampus. Contoh lainnya, mahasiswa jurusan bahasa (baik itu bahasa Inggris, Jerman, Mandarin ataupun Perancis) yang mengaplikasikan pengetahuan yang ia terima dengan menjadi tenaga pengajar privat atau mahasiswa Sistem Informatika yang mampu menciptakan aplikasi-aplikasi yang mampu menembus pasar. Semakin majunya zaman, manusia dituntut untuk piawai menguasai apa yang mereka cintai maupun apa yang tak mereka sukai. Dengan memiliki berbagai pengalaman usaha; berhasil atau gagal, saya yakin pengalaman-pengalaman tersebut akan mengajarkan para mahasiswa banyak hal. Toh keterampilan dan pengalaman lebih diutamakan dalam dunia kerja daripada prestasi dan IPK tinggi. Tak hanya sampai di situ, dengan mencoba dan terjun dalam dunia kewirausahaan manusia diajak untuk mampu menimbang, menganalisis serta mengambil keputusan akan masalah-masalah yang mereka hadapi. Point plus untuk kemampuan kognitif pada sistem kerja korteks prefrontalis otak depan dan kemampuan psikomotorik mereka. Selain itu, dengan terjun ke dunia kewirausahaan manusia mampu menciptakan lapangan kerja yang berguna mengurangi pengangguran. Tak salah bukan jika kita ikut ambil bagian dalam mengurangi permasalahan bangsa ini? Dengan berwirausaha, kita juga melakukan kegiatan sosial yakni berbagi pekerjaan dan rezeki; sebuah kegiatan sosial yang nantinya menjadi bekal kita di lain dimensi selain duniawi. Salam muda…salam wirausaha.

NB: this article inspired by data print

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s