Paris Indonesia, Lukisan Sang Maha

Posted: May 8, 2013 in Uncategorized
Tags: , , , , ,

di paris 7_chanpress       di paris 4_chanpress

Tak perlu jauh-jauh ke Perancis, di Indonesia juga ada Paris lho.

Paris di Indonesia merupakan sebuah pantai, terletak di pulau Jawa tepatnya di kabupaten Bantul, 27 km selatan Yogyakarta. Nama Paris itu sendiri merupakan kepanjangan dari Parangtritis. Konon nama ini diambil oleh seorang pelarian Kerajaan Majapahit yang melihat air menetes (tumaritis) dari celah-celah batu karang (parang) ketika bersemedi di pantai ini. Padanan dua kata “karang” dan “air yang menetes” inilah yang kemudian digunakan penduduk sekitar untuk menyebut kawasan pantai selatan kota pelajar ini.

Paris identik dengan bukit berbatu dan bukit pasir hitam. Mayoritas bentang alam pantai ini dikelilingi pegunungan dan perbukitan. Terdapat Tebing Gembirawati bagi Anda yang ingin menikmati pemandangan dari tempat yang lebih tinggi. Ada pula Candi Gembirawati bagi Anda pecinta sejarah dan tapak tilas.

Belum puas menikmati pemandangan dari Tebing dan Candi Gembirawati? Perjalanan dapat Anda lanjutkan ke utara Paris. Warung-warung kecil yang menjajakan kelapa muda siap melayani Anda. Pemandangan laut lepas dan semilir angin pun siap menyambut lensa mata.

Paris memiliki keistimewaan dalam memikat hati wisatawan. Ketika matahari mulai condong ke barat, Anda akan melihat bagaimana maha karya itu tercipta. Kolaborasi warna ungu, orange, merah dan birunya langit menjadi pemandangan yang tak ingin dilewatkan para pengunjung, terlebih para penggemar fotografi. Keadaan pasir pantai yang landai, bibir pantai yang berkilau dan langit sunset membentuk pantulan warna yang memukau.

Bagi Anda yang tak suka ataupun takut dengan air, tapi ingin berjalan di sepanjang bibir pantai menikmati pemandangan, tak perlu khawatir. Angkutan-angkutan tempo dulu siap menemani Anda menikmati romantisme pantai ini. Tersedia bendi (kereta beroda dua yang ditarik kuda) untuk menyusuri pinggiran pantai dengan tarif Rp20.000 untuk satu kali putaran bolak-balik. Bagi Anda yang sporty, tersedia juga motor ATV (All-Terrain Vehicle) untuk menaklukan gundukan pasir di sekitar pantai. Tarifnya pun terjangkau, sekitar Rp50.000-Rp100.000 per setengah jam. Tersedia juga paralayang dan gantole di Prangndog (sisi timur Paris).

Bergerak ke ujung timur pantai ini, lensa mata Anda akan disuguhi aktivitas foto pre-wedding. Gugusan-gugusan karang putih acapkali dijadikan latar.

Selain bentang alam Paris yang mempesona, tempat ini juga dikenal karena ritual Labuhan; acara ritual pelarungan sesajen dan kembang warna-warni ke laut, yang selalu diadakan setiap Jumat Kliwon dan Selasa Kliwon. Masyarakat selalu berbondong-bondong mengikuti jalannya acara dan tradisi ini. Puncaknya pada malam 1 Suro; dua-tiga hari setelah hari raya Idul Fitri dan Idul Adha untuk meminta keselamatan dan kemurahan rezeki dari penguasa bumi dan langit. Tak hanya dipadati wisatawan lokal dan domestik, para turis-turis asing pun tak mau ketinggalan mengabadikan moment langka ini.

Masih di sekitar area pantai ini; di Parangkusumo, Anda dapat memanjakan tubuh dengan berendam air hangat. Kolam ini ditemukan pertama kali oleh Sultan Hamengku Buwono ke VII dan dirawat hingga generasi yang sekarang. Air dari kolam ini diyakini dapat menyembuhkan berbagai penyakit dalam.

Wisata kuliner juga dapat Anda temukan di sini. Letak geografis yang begitu dekat dengan laut membawa keuntungan bagi Anda para pecinta sea food. Dengan mudahnya Anda akan menemukan olahan segar seperti ikan, cumi, kerang, udang dan kepiting yang bahannya dapat Anda pilih sendiri. Biasanya para pedagang menyediakan sewa jasa memasak. Anda tinggal pilih mau diolah apa ikan, cumi, kerang, udang dan kepiting yang sudah Anda beli. Penyajian gaya lesehan berteman nasi, lalapan dan sambal pun jadi ciri khas betapa masyarakat kota ini begitu kental dengan adat kesederhanaan.

Pantai ini juga menyediakan berbagai jajanan khas pantai seperti ikan goreng, undur-undur goreng dan peyek ikan. Tersedia pula rujak (buah-buahan segar dengan bumbu manis pedas) bagi Anda yang terbiasa dengan dessert.

Jika senja mulai menua dan berganti malam, Anda akan menjumpai para penjual jagung bakar yang sibuk menggelar tikar dan melayani wisatawan sepanjang pinggiran pantai. Anda dapat menghabiskan waktu bersama keluarga di sini hingga larut malam. Berbagi ceria dan cerita; sejenak melupakan rutinitas. Bagi Anda yang ingin bermalam bersama keluarga, juga tersedia losmen dan hotel di sekitar Paris ini seperti Hotel Queen of the South.

Wisata Paris ini dapat dikatakan wisata rekreasi pantai yang relatif terjangkau. Anda hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp3000 untuk mengitari kompleks pantai. Ditambah dengan biaya asuransi Rp500 per orang. Sedangkan retribusi sepeda motor, mobil dan bus pariwisata masing-masing dikenakan biaya Rp2.000, Rp5.000 dan Rp10.000. Murah, bukan? Jangan lupa berkunjung ke Paris jika Anda datang ke Yogyakarta. Jangan segan untuk mengenal wisata bumi pertiwi lebih dekat. Salam pariwisata.

NB: tulisan ini dapat Anda baca juga di Jelajah Bumi Papua Bersama Adira Finance of Indonesia. Baca pula artikel-artikel wisata Indonesia lainnya di Lomba Tulis Jelajah Bumi Papua.

home

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s