Selamat Ulang Tahun, Pak…

Posted: May 14, 2013 in Uncategorized
Tags: , ,

Jumat, 18 Mei tahun lalu merupakan tanggal inspiratif bagiku.

Mau tau ceritanya? Simak cerita berikut.

Kegiatan yang padat seputar penulisan skripsi, materi pengajaran les dan deadline terjemahan cukup menyita waktu dan otakku. Malam datang begitu cepat tanpa permisi. Hidup terasa tak seperti 24 jam dalam sehari. Sepulang dari rutinitas dan kegiatan seharian, tubuh lelah dan hanya ingin bermanja-manja ria berefleksi. “Weitsss…tunggu dulu…”, otakku berargumentasi. Merespon perintah saraf otak, kucoba mengingat-ingat perihal apa yang belum kuselesaikan hari ini. Dan benar ternyata, daku belum mempersiapkan kado ulang tahun Bapakku tanggal 20 Mei minggu nanti. Ehhhhh!!! Aku lumayan pusing waktu itu. Stamina mulai kempis dan mataku mulai tertutup tragis. Bak bohlam, awalnya daya pijar mataku 10 watt, berganti 8 watt, lalu turun drastis menjadi 5 watt. Waktuku pun menipis dikarenakan statusku yang anak rantau; terpisah lautan dengan orangtua, mengharuskanku untuk mengirim kado ulang tahun via pos yang membutuhkan waktu 1 hari untuk sampai ke tujuan, padahal besok sudah harus segera dikirim. Jeng-jeng…melayang jauh sudah dunia imajinasiku tidur nyenyak di atas kasur empuk.

Tak ingin mengulur-ulur waktu,  aku pun segera mengeluarkan peralatan apa yang kupunya untuk berkreasi malam itu. Ternyata tak banyak membantu, jam menunjukkan pukul 23.30 WIB dan aku hanya punya laptop, printer dan kertas spectra warna-warni. Awalnya kucoba merangkai kata-kata untuk kujadikan slideshow, tapi ternyata otakku tak bisa diajak kerjasama; sudah mentok macet, sudah lelah. Setengah frustasi, kucoba ganti ide untuk membuat kartu ucapan unik. Tapi ternyata sama saja, tak menghasilkan apa-apa, hanya tulisan yang kutulis perlahan-lahan lalu kuhapus lagi.

Waktu pun terus berjalan menuju dini hari, lumayan frustasi ketika mendengar kokok ayam sementara aku belum juga menghasilkan karya. Teman-teman kos pun sibuk dengan mimpi fantastis di pulau kasur, tak ada orang untuk dimintai opini. Ehhh!!! Buatku semakin frustasi saja. Begitu frustasinya aku, sampai-sampai hanya bisa berbaring terlentang melihat ke langit-langit sembari mendengarkan detik jarum jam yang terus bernyanyi.

Karena ini demi sosok Bapak yang kukasihi, alhasil aku clingak-clinguk kaleng kesayanganku; berharap ada stock yang bisa menambah semangat dini hari. Kudapati hanya tersisa satu sachet Nescafe Brown Coffee. “Yah…lumayan la, daripada ga ada sama sekali”, bisikku dalam hati. Berawal dari aroma kopi dan ngopi itulah, inspirasi itu datang menghampiri. Ide karya kuganti. Beralih ke kertas spectra warna-warni dan sisa-sisa kertas foto lalu. Kuoptimalkan sedemikian rupa, kuprint semua kenangan-kenangan lama, foto keluarga, semua canda tawa yang berhasil diabadikan lewat kamera. Semua kukumpulkan jadi satu, kutuliskan kata-kata lucu, haru biru hingga menjadi satu buah buku. Dan scrapbook pun jadi. Hadiah untuk Bapak yang ku kasihi. Selamat Ulang Tahun, Pak.

Terima kasih, Nescafe…sudah menemani perjuanganku 18 Mei 2012 lalu.

NB: Tulis-tulis untuk NESCAFE

img_0017_Layer-25          img_0000_Coffee--Story-Contest-     gelas

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s